CIREBON (PIPD) – Masalah penolakan judul skripsi masih menjadi momok menakutkan bagi banyak mahasiswa tingkat akhir. Menanggapi fenomena ini, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon meluncurkan program “Podcast Pejuang Skripsi” untuk membimbing mahasiswa dari tahap awal hingga publikasi.
Dalam episode perdananya, Dr. Jaja Suteja, M.Pd.I., seorang dosen berpengalaman, membedah alasan di balik seringnya judul skripsi ditolak oleh dosen pembimbing. Menurutnya, kegagalan tersebut sering kali bukan karena judul yang buruk, melainkan karena adanya unsur kemiripan (plagiarisme), fenomena yang sudah tidak relevan (jadul), serta judul yang tidak sesuai dengan wilayah kajian program studi.
Kriteria Judul yang Ideal Dr. Jaja menekankan bahwa judul yang baik haruslah singkat, padat, dan jelas, dengan batasan ideal sekitar 12 kata. Selain itu, judul harus mengandung variabel penelitian yang jelas (seperti variabel X dan Y), serta mampu menunjukkan masalah dan tujuan yang ingin dicapai.
“Penelitian itu harus berbasis pada realitas yang terjadi di lapangan. Mahasiswa boleh membawa ide awal, namun tetap harus melakukan cek and recek atau observasi di lokasi penelitian untuk memastikan masalah tersebut benar-benar ada,” ujar Dr. Jaja.
Menemukan “Novelty” (Kebaruan) Salah satu poin krusial yang sering menjadi kendala adalah aspek novelty atau kebaruan. Dr. Jaja menjelaskan bahwa novelty tidak selalu berarti topik yang benar-benar belum pernah diteliti sama sekali, melainkan bisa berupa:
- Penggunaan metode penelitian yang berbeda dari penelitian sebelumnya.
- Penggunaan teori baru sebagai pisau analisis untuk membedah masalah yang sama.
- Perbedaan perspektif, waktu, atau lokasi penelitian yang memberikan kontribusi baru.
Untuk membantu mahasiswa mengecek kebaruan judulnya, Dr. Jaja menyarankan pemanfaatan teknologi seperti Google Scholar dan Artificial Intelligence (AI) seperti Chat GPT untuk melihat tren penelitian terkini secara praktis.
Langkah Praktis bagi Mahasiswa Bagi mahasiswa yang sedang merintis judul dari nol, Dr. Jaja membagikan lima langkah strategis:
- Mencari inspirasi sebanyak mungkin sesuai wilayah kajian.
- Membaca literatur seperti jurnal dan buku untuk memperkuat landasan teori.
- Melakukan observasi lapangan untuk menemukan masalah nyata.
- Fokus dan konsisten pada minat penelitian tertentu.
- Rutin berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Akademik agar tidak “blank”.
Di akhir sesi, Dr. Jaja mengingatkan bahwa skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak terjebak mencari kesempurnaan di awal sehingga menunda bimbingan. “Menyusun skripsi bukan hanya karya ilmiah, tapi juga ujian kesabaran. Jangan putus asa dan teruslah berjuang,” pungkasnya.