CIREBON (PIPD) – Menyusun skripsi sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa tingkat akhir, terutama saat memasuki Bab 4 (Hasil Penelitian dan Pembahasan). Bagian ini dianggap sebagai bagian paling krusial karena merupakan inti dari seluruh proses penelitian dan sering kali menjadi bahan utama untuk dikonversi menjadi artikel jurnal ilmiah. Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube PIPD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pakar pendidikan Bapak Tato Nuryanto, M.Pd., membagikan strategi agar mahasiswa tidak terjebak dalam kesalahan fatal saat menulis bagian ini.
Membedakan Hasil dan Pembahasan
Banyak mahasiswa masih bingung membedakan antara “hasil” dan “pembahasan”. Bapak Tato menjelaskan bahwa hasil penelitian adalah laporan mengenai apa yang ditemukan di lapangan, baik itu data angka (kuantitatif) maupun narasi dan kutipan informan (kualitatif) yang diperoleh melalui metode tertentu. Sementara itu, pembahasan berisi analisis mendalam, interpretasi, dan pemberian makna terhadap temuan tersebut.
Kesalahan Fatal yang Sering Ditemukan
Dalam pengalamannya membimbing mahasiswa, Bapak Tato mencatat beberapa kesalahan umum yang sering terjadi:
- LDR (Tidak Ada Titik Temu): Apa yang ditanyakan dalam rumusan masalah tidak dijawab di bagian pembahasan.
- Hanya Mendeskripsikan Data: Mahasiswa sering kali hanya menampilkan angka (misalnya, “80% responden setuju”) tanpa menjelaskan mengapa angka itu muncul dan apa implikasinya.
- Tidak Dikaitkan dengan Teori: Pembahasan sering kali terlepas dari landasan teori yang sudah dibangun di Bab 2.
- Minim Referensi Terdahulu: Mahasiswa gagal menghubungkan temuannya dengan penelitian orang lain yang relevan.
Strategi Jitu Menulis Pembahasan yang Berkualitas
Untuk menghasilkan Bab 4 yang berbobot, mahasiswa disarankan untuk mengikuti langkah-langkah berikut:
- Gunakan Bahasa Ilmiah yang Objektif: Hindari kata-kata subjektif seperti “saya merasa” atau “menurut saya”. Gunakanlah kalimat seperti “Temuan ini menunjukkan bahwa…” atau “Hasil penelitian mengindikasikan bahwa…” untuk memperkuat kesan akademik.
- Perkuat Referensi: Bapak Tato menekankan pentingnya mengaitkan temuan dengan minimal 25 penelitian relevan untuk memperkuat kredibilitas hasil.
- Tunjukkan Kebaruan (Novelty): Pembahasan harus mampu menunjukkan apa yang membedakan penelitian Anda dengan penelitian terdahulu serta kontribusi apa yang diberikan.
- Berani Berbeda dengan Teori: Mahasiswa tidak perlu takut jika hasil di lapangan berbeda dengan teori yang ada. Selama data tersebut jujur dan didukung argumen ilmiah yang logis, perbedaan tersebut justru bisa menjadi temuan atau kebaruan yang menarik.
Pada akhirnya, tujuan utama dari pembahasan adalah menjelaskan, bukan bertanya ulang. Pembahasan yang baik harus mampu menjawab mengapa suatu fenomena terjadi, memberikan dasar ilmiah yang kuat, dan membandingkan hasil dengan temuan orang lain secara komparatif. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan para pejuang skripsi dapat menyelesaikan Bab 4 dengan hasil yang tidak hanya memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga berkualitas secara ilmiah.