CIREBON (PIPD) – Sebanyak 1.868 lulusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengikuti Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor ke-5 tahun 2026. Prosesi wisuda berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Agustus 2026.
Wisuda ke-5 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi momentum penting bagi para lulusan setelah menyelesaikan perjalanan akademiknya. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengukuhan dua guru besar dan Dies Natalis ke-61 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Wisuda Digelar Selama Tiga Hari
Berdasarkan keputusan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Nomor 1808 Tahun 2026, sebanyak 1.868 mahasiswa ditetapkan sebagai wisudawan tahun 2026. Pelaksanaan wisuda dibagi menjadi tiga hari. Sebanyak 736 wisudawan mengikuti prosesi pada 11 Agustus, kemudian 576 wisudawan pada 12 Agustus, dan 556 wisudawan pada 13 Agustus 2026.
Pada hari pertama, prosesi wisuda diikuti oleh lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Para wisudawan berasal dari berbagai program studi di lingkungan fakultas tersebut. Di antaranya Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris, Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, Tadris Matematika, Tadris Biologi, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Manajemen Pendidikan Islam, Tadris Bahasa Indonesia, dan Tadris Kimia.
Dua Guru Besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Dikukuhkan

Selain prosesi wisuda, agenda utama lainnya adalah pengukuhan dua guru besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dua akademisi yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. H. Saifuddin Zuhri, M.Ag. dan Prof. Dr. Hajah Nurlailah, M.Pd.
Pengukuhan dilakukan oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Prosesi dilanjutkan dengan pengalungan gordon secara simbolis serta sesi foto bersama pimpinan universitas dan keluarga guru besar. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tradisi akademik dan pengembangan keilmuan di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Orasi Ilmiah Bahas Pendidikan di Era Digital

Rangkaian pengukuhan guru besar juga diisi dengan penyampaian orasi ilmiah. Salah satu orasi membahas rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis kebutuhan anak. Orasi tersebut menyoroti pentingnya kurikulum yang menyesuaikan perkembangan fisik, psikologis, emosional, dan sosial anak. Orasi lainnya mengangkat tema transformasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era digital dan kecerdasan buatan (AI). Dalam orasi tersebut disampaikan bahwa perkembangan teknologi membawa perubahan besar dalam pendidikan. Karena itu, pendidikan Islam perlu beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan karakter, akhlak, dan nilai-nilai spiritual.
Wisudawan Terbaik Raih IPK 3,92
Salah satu momen yang mendapat perhatian dalam wisuda hari pertama adalah pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik. Ibnu Umar Fahdri, S.Pd., dari Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, tercatat sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,92. Selain memiliki prestasi akademik, Ibnu Umar juga tercatat sebagai penerima beasiswa BAZNAS. Ia aktif dalam penelitian dan memiliki sejumlah prestasi tingkat nasional, termasuk medali emas Olimpiade Sejarah dan Ekonomi Nasional serta juara pertama lomba micro teaching tingkat nasional. Dalam kesan dan pesannya, Ibnu Umar menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni. Menurutnya, toga yang dikenakan para lulusan merupakan hasil dari perjuangan, doa, dan dukungan orang tua. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang telah mendampingi perjalanan pendidikan para wisudawan hingga mencapai tahap kelulusan.
Dari Kampus untuk Pengabdian
Wisuda menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk memasuki tahap kehidupan berikutnya. Pesan yang disampaikan dalam rangkaian acara menekankan agar ilmu yang diperoleh selama kuliah tidak berhenti pada gelar dan ijazah. Ilmu diharapkan diwujudkan melalui akhlak, karya, pengabdian, dan manfaat bagi masyarakat. Pimpinan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga mengingatkan para lulusan untuk mengamalkan kompetensi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. Dengan bekal ilmu dan ijazah yang diperoleh, para lulusan diharapkan mampu melanjutkan kiprah di tengah masyarakat serta memberikan kontribusi yang lebih luas.
Wisuda ke-5 Jadi Momentum Perjalanan Baru
Wisuda ke-5 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bukan hanya menjadi akhir dari perjalanan perkuliahan. Bagi 1.868 lulusan, momentum ini menjadi awal untuk menerapkan ilmu dan kompetensi di dunia kerja, masyarakat, maupun bidang pengabdian lainnya. Rangkaian wisuda, pengukuhan guru besar, dan Dies Natalis ke-61 sekaligus menunjukkan perjalanan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan pendidikan tinggi berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman. Para lulusan pun diharapkan mampu membawa nama almamater melalui karya, prestasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.