CIREBON (PIPD) – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi melepas 2.184 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun 2026. Upacara pelepasan yang berlangsung di lingkungan kampus ini menjadi simbol kesiapan “Cyber Islamic University” dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pengabdian nyata yang inovatif dan berbasis teknologi.
Dalam laporannya, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Budi Manfaat, M.Si., merinci bahwa ribuan mahasiswa tersebut terbagi ke dalam 145 kelompok yang tersebar di berbagai wilayah. Lokasi pengabdian didominasi oleh Kabupaten Cirebon dengan 127 kelompok, disusul Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, serta satu desa di Kuningan. Selain KKN lokal, universitas juga mengirimkan delegasi untuk KKN Nusantara dan KKN Internasional ke Thailand, serta skema KKN Rekognisi bagi sekitar 300 mahasiswa yang telah aktif mengabdi di masyarakat, seperti para pengurus masjid.
Tahun ini, KKN UIN Siber Syekh Nurjati mengusung tiga pilar utama: penguatan literasi (digital, keuangan, dan Al-Qur’an), pendampingan proses produk halal bagi UMKM, serta pelestarian lingkungan. Fokus ini diambil sebagai respon atas tantangan zaman, mulai dari rendahnya angka literasi nasional hingga urgensi sertifikasi halal bagi pelaku usaha sebelum tenggat waktu Oktober 2026.
Visi Rektor: Menjadi Tim yang “Tidak Normal”
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jailani, M.Ag., dalam sambutan sekaligus prosesi pelepasan resmi, menekankan pentingnya mahasiswa untuk berpikir keluar dari kotak (out of the box). Mengutip filosofi olahraga, beliau mendorong peserta KKN untuk menjadi “tim yang tidak normal”—tim yang luar biasa dalam menciptakan inovasi dan kemaslahatan sehingga kampus benar-benar memberikan dampak berkelanjutan.
“UIN Siber ini berbeda. Kita adalah kampus siber pertama yang harus menunjukkan taringnya melalui transformasi digital dan manfaat nyata. Mahasiswa jangan hanya sekadar menjalankan rutinitas, tapi harus tahu kapan harus memberikan dampak besar bagi masyarakat,” tegas Prof. Aan Jailani. Beliau juga menantang panitia dan mahasiswa untuk memecahkan Rekor MURI melalui aksi lingkungan dan inovasi siber yang direncanakan selama masa pengabdian.
Sinergi Pentaheliks dan Fokus Pelestarian Lingkungan
Acara ini juga dihadiri oleh Asisten Daerah 1 Kabupaten Cirebon, H. Muhammad Syafrudin, yang mewakili Bupati Cirebon. Dalam sambutannya, beliau menyoroti isu krusial mengenai sampah yang menjadi tantangan besar di daerah. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi petugas kebersihan musiman, melainkan agen perubahan yang mampu mengubah pola pikir masyarakat untuk memilah sampah dari tingkat rumah tangga.
Dukungan serupa datang dari mitra strategis, Rudi Sofiana selaku Provincial Manager Inovasi Jawa Barat, yang berharap kehadiran mahasiswa dapat membantu mendongkrak literasi dasar anak-anak di tingkat desa melalui metode pengajaran yang tepat. Motivasi tambahan juga disampaikan oleh K.H. Lukman Hakim, M.A. dari Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, yang mengusulkan gerakan penanaman 17.845 pohon secara serentak sebagai bentuk pengabdian menyambut hari kemerdekaan sekaligus upaya menekan pemanasan global.
Rangkaian acara ditutup dengan penyematan atribut KKN secara simbolis dan pelepasan almamater oleh Rektor kepada perwakilan mahasiswa KKN Lokal, Nusantara, dan Internasional. Prosesi diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Senat, Prof. Dr. H. Dedi Jubaidi, M.A., untuk memohon kelancaran dan keselamatan seluruh civitas akademika selama bertugas di lapangan.