CIREBON (PIPD) – Perubahan status UIN Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menjadi Cyber Islamic University merombak pola perkuliahan di lingkungan kampus ini. Kebijakan tersebut membawa angin segar lewat program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), namun di saat yang sama menuntut kesiapan teknis para penggunanya. Mahasiswa PJJ, terutama di Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), kini dihadapkan pada realitas baru: mereka harus beradaptasi cepat dengan ekosistem belajar digital yang serba otomatis.
Dari Diskusi Ruang Kelas ke Obrolan Layar Kaca
Sistem baru ini pelan-pelan mengubah cara mahasiswa berinteraksi. Diskusi tatap muka yang tadinya mengandalkan kontak mata dan bahasa tubuh kini bergeser ke komunikasi berbasis layar. Melalui fasilitas yang dikelola Pusat Informasi dan Pangkalan Data (PIPD) seperti portal LMS “Damel”, aplikasi pertemuan virtual, hingga forum diskusi tertulis mahasiswa diajak membiasakan diri menyampaikan gagasan secara digital. Pola interaksi ini tidak hanya mengubah cara mereka belajar, tetapi juga membentuk gaya bersosialisasi yang berbeda dibanding kelas reguler.
Siapa Saja yang Terlibat?
Proses pergeseran ini bukan cuma urusan mahasiswa PJJ PAI yang tersebar di berbagai daerah. Di balik layar, ada peran dosen pengampu yang harus menyesuaikan cara mengajar, serta tim PIPD UINSSC yang bekerja menjaga keandalan server dan pangkalan data. Kerja kolaboratif ini menjadi kunci utama sejak program kampus siber resmi berjalan penuh sepanjang periode 2024-2025 demi menjangkau mahasiswa yang membutuhkan fleksibilitas waktu dan tempat.
Proses Panjang Menuju Kemandirian Belajar
Bagi mahasiswa, proses adaptasi ini tidak terjadi dalam sekejap. Pada tahap awal, fokus utama mereka adalah hal-hal teknis: memahami cara kerja LMS, mengunduh materi, dan membiasakan diri mengunggah tugas sesuai tenggat. Seiring berjalannya waktu, tantangan bergeser ke pola komunikasi. Karena lebih sering berinteraksi lewat teks di forum diskusi, mahasiswa dituntut lebih proaktif dan mandiri agar tidak tertinggal materi pelajaran.
Menghadapi Kendala Teknis dan Menjaga Etika Digital
Perjalanan ini tentu bukan tanpa hambatan. Masalah seperti koneksi internet yang lambat, tampilan sistem yang kadang membingungkan, hingga rasa terisolasi karena jarang bertemu kawan seangkatan masih sering dijumpai. Untuk mengatasi hal itu, pihak PIPD terus membenahi infrastruktur server, sementara para mahasiswa membuat kelompok diskusi mandiri. Hasilnya, selain makin mahir menggunakan teknologi, mahasiswa PJJ juga mulai menemukan titik temu antara etika berkomunikasi khas pesantren/kampus Islam dengan dinamika dunia digital.
Referensi
- Robbani, Z. (2025). Perubahan Budaya Komunikasi pada Mahasiswa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Jurusan PAI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Menuju Cyber Islamic University. Institutional Repository UINSSC. https://repository.syekhnurjati.ac.id/16493/
- Haidar, M. (2024). Peran Teknologi Komunikasi dalam Meningkatkan Efektivitas Media Pembelajaran pada Pendidikan Jarak Jauh (Studi Kasus: LMS Damel pada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon). Jurnal MIE, 2(1). https://journal.hasbaedukasi.co.id/index.php/jurmie/article/view/593