Teknologi

8 Cara Melindungi Data Pribadi dari Ancaman Siber

CIREBON (PIPD) – Perkembangan teknologi digital membuat berbagai aktivitas menjadi lebih mudah. Masyarakat dapat berkomunikasi, bekerja, berbelanja, dan melakukan transaksi secara online. Namun, aktivitas digital juga meninggalkan jejak. Data pribadi yang tersebar di internet dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, memahami cara melindungi data pribadi menjadi hal penting bagi setiap pengguna internet.

Di Indonesia, perlindungan data pribadi telah memiliki dasar hukum melalui UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Selain itu, undang-undang tersebut mengatur perlindungan data pribadi dan keamanan informasi.

Mengenal Ancaman terhadap Data Pribadi

Ancaman terhadap data pribadi tidak selalu berasal dari peretasan yang rumit. Sebaliknya, pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan kelalaian pengguna melalui rekayasa sosial (social engineering).

  1. Pertama, ada phishing. Modus ini menggunakan email atau situs palsu untuk mencuri data pengguna.
  2. Kedua, ada smishing. Modus ini menggunakan SMS atau aplikasi pesan instan untuk menipu korban.
  3. Ketiga, ada vishing. Modus ini dilakukan melalui panggilan suara dengan mengaku sebagai pihak resmi.

Selain itu, pelaku biasanya memanfaatkan rasa takut, panik, atau rasa ingin tahu korban. Dengan demikian, korban dapat terdorong untuk memberikan informasi penting.

8 Cara Melindungi Data Pribadi

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan data pribadi. Berikutnya, delapan cara ini dapat diterapkan dalam aktivitas digital sehari-hari.

1. Gunakan Kata Sandi yang Kuat

Pertama, gunakan kata sandi yang panjang dan sulit ditebak. Hindari menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun. Selain itu, gunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol. Jika memiliki banyak akun, password manager dapat membantu menyimpan kata sandi dengan lebih aman.

2. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor

Selanjutnya, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun yang mendukung fitur tersebut. 2FA memberikan lapisan keamanan tambahan. Dengan demikian, orang lain tidak dapat langsung mengakses akun hanya dengan mengetahui kata sandi.

3. Waspadai Tautan dan Lampiran

Kemudian, jangan terburu-buru membuka tautan atau lampiran dari pengirim yang tidak dikenal. Sebelum itu, periksa alamat situs dan nama pengirim. Jika perlu, pastikan informasi tersebut berasal dari kanal resmi.

4. Jangan Bagikan Kode OTP

Berikutnya, jangan pernah memberikan kode One-Time Password (OTP) kepada orang lain. Kode OTP bersifat rahasia dan digunakan untuk proses verifikasi. Oleh karena itu, simpan kode tersebut dan jangan membagikannya melalui pesan atau telepon.

5. Batasi Informasi di Media Sosial

Selain itu, pengguna perlu berhati-hati saat membagikan informasi di media sosial. Misalnya, hindari mengunggah foto KTP, nomor telepon, alamat rumah, lokasi secara real-time, atau informasi keluarga. Dengan begitu, risiko penyalahgunaan data dapat dikurangi.

6. Perbarui Perangkat dan Aplikasi

Selanjutnya, lakukan pembaruan sistem operasi dan aplikasi secara berkala. Pembaruan biasanya membawa perbaikan keamanan. Karena itu, segera lakukan pembaruan ketika tersedia.

7. Hati-Hati Menggunakan Wi-Fi Publik

Wi-Fi publik memang memudahkan pengguna untuk terhubung ke internet. Akan tetapi, jaringan yang tidak aman dapat meningkatkan risiko pencurian informasi. Oleh sebab itu, hindari melakukan transaksi penting melalui jaringan Wi-Fi publik yang tidak terpercaya.

8. Periksa Izin Aplikasi

Terakhir, periksa izin yang diberikan kepada setiap aplikasi. Pastikan aplikasi hanya mendapatkan akses yang sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya, aplikasi yang tidak membutuhkan lokasi, kamera, atau mikrofon sebaiknya tidak diberikan izin tersebut.

Pentingnya Kesadaran Keamanan Digital

Melindungi data pribadi bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan. Pada saat yang sama, pengguna internet juga perlu memiliki kesadaran terhadap keamanan digital. Kebiasaan sederhana dapat memberikan perlindungan tambahan. Contohnya, menggunakan kata sandi yang berbeda, mengaktifkan 2FA, menjaga kode OTP, dan memeriksa tautan sebelum membukanya. Selain itu, pengguna dapat mempelajari informasi mengenai keamanan siber melalui kanal resmi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Lindungi Data Pribadi Mulai Sekarang

Pada akhirnya, keamanan data dimulai dari kebiasaan pengguna. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko pencurian data dan penipuan online dapat dikurangi. Karena itu, mari lebih bijak dalam menggunakan internet. Jaga data pribadi, tingkatkan keamanan akun, dan selalu waspada terhadap berbagai ancaman digital.